Before the Storm by zemotion
Metallica by HenriKack
Lorem Ipsum
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Desember 2013

0

Malam Pergantian Tahun 2013-2014: Tak Sekadar Menghitung Waktu Menyambut Datangnya Tahun Baru

Letupan kembang api menghasilkan percikan warna-warni di langit malam hari ini. Aku rasa tak hanya di Kota Balikpapan tempatku berada saat ini, tetapi hampir di seluruh penjuru dunia merayakan pergantian tahun ini. Ini adalah kali keduaku merasakan suasana pergantian tahun di Kota Balikpapan. Sejak gelap menyelimuti Kota Minyak ini, kabut asap telah memenuhi seluruh penjuru kota. Asap yang menurut teman-teman di Balikpapan merupakan akibat pembakaran kembang api dan juga aktivitas membakar ikan dan sebagainya. Ya, malam pergantian tahun baru di Balikpapan sangat erat kaitannya dengan dua hal itu. Kembang api dan berkumpul bersama keluarga, kerabat, teman sambil makan bersama yang biasanya identik dengan makanan yang dibakar, misalnya ikan bakar, ayam bakar, jagung bakar, dsb. Kemacetan dipastikan terjadi di beberapa titik keramaian, khususnya yang menjadi tempat perhelatan panggung hiburan menyambut tahun baru. Buatku, tidak ada spesial dengan hari-hari itu. Karena aku tetap saja masuk kerja di malam pergantian tahun ini (seperti tahun lalu). Namun ada rasa kepuasan tersendiri ketika menuliskan laporan perdana  di tahun yang baru ini pada buku laporan dengan tanggal 01/01/2014. Sembari terucap syukur atas hari-hari yang telah berlalu dan kesempatan-kesempatan yang telah Dia berikan dengan penuh kemurahan hati-Nya. Dan tentunya doa agar hari-hari yang akan datang dapat lebih baik.
Momen tahun baru tak jarang digunakan untuk menyuntikkan semangat baru, semangat yang lebih membara guna mencapai tujuan. Bahkan tak jarang sebagian orang akan memanfaatkan momen ini untuk menetapkan standar target yang baru dengan sebuah resolusi yang diharapkan akan memberikan hasil yang lebih memuaskan dibanding tahun sebelumnya. Namun kali ini aku tidak sampai sejauh itu. Targetku masih sama, strategiku masih sama. Setahun lebih bekerja di RU V Balikpapan masih kurasakan "mengambang". Aku belum mendapatkan pegangan yang aku yakin dapat menuntunku melangkah meniti karier di salah satu unit refinery Pertamina ini. Setahun lalu, banyak resolusi yang aku buat guna melakukan akselerasi mengejar ketertinggalanku dari mereka yang sudah lebih dahulu mengabdi di RU V Balikpapan ini, namun seakan aku merasa seperti berenang melawan arus. Aku sulit mengikuti alur dan pola yang sudah menjadi hal yang seakan mutlak di lingkungan kerjaku. Bahkan aku sempat mengalami masa-masa krisis saat berusaha berkarya mengikuti passion-ku yang kuharap dengan itu aku bisa bekerja dengan enjoy. Namun hari ini aku menemukan jawaban pertanyaanku selama ini. "Bagaimana jika lingkungan tidak mendukungku untuk berkarya?"
Ya, di penghujung tahun 2013 siang kemarin, aku mendapat undangan untuk mengikuti acara penyerahan hadiah lomba saving energi. Alhamdulillah, poster yang kubuat mendapatkan juara pertama. Namun momen yang paling berkesan justru dimulai setelah penyerahan hadiah itu. Motivation Session yang kali ini narasumbernya adalah Jamil Azzaini mengangkat tema tentang SuksesMulia berkaitan dengan tata nilai 6C Pertamina. Meskipun aku sudah pernah membaca sejumlah buku motivasi best seller yang ditulis oleh penulis yang juga merupakan motivator ternama di Indonesia, namun aku menemukan sebuah jawaban yang menurutku lebih eksak dibanding dari sumber-sumber lain yang pernah kubaca. Sederhananya begini, hidup itu matematis. Jika di beberapa buku yang pernah kubaca mengenai teori tarik-menarik yang menyatakan bahwa sesuatu akan menarik segala hal yang satu sifat dengannya. Contoh nyatanya adalah orang akan menolong kita jika kita mau menolong orang lain saat mereka mengalami kesulitan. Teori ini di dasarkan pada teori quanta, yakni partikel terkecil penyusun segala zat yang ada di bumi. Quanta ini selalu bergetar dengan frekuensi tertentu. Frekuensi getaran quanta tiap benda berbeda-beda. Namun beberapa benda yang memiliki sifat yang sama akan ikut bergetar ketika suatu quanta bergetar. Peristiwa ini disebut resonansi. Hal inilah yang dijadikan dasar berpikir positif. Ketika orang berpikir positif, maka getaran yang timbul juga getaran positif. Getaran tersebut akan direspon oleh alam dengan frekuensi yang sama yakni hal-hal yang positif juga.
Namun berdasarkan hasil motivation session yang kemarin aku ikuti, prinsip ikhtiar itu seperti hukum kekekalan energi. Energi tak dapat diciptakan dan tak dapat dimusnahkan, namun dapat berubah bentuk. Nah dengan demikian besarnya usaha akan sama dengan hasil yang kita peroleh. Hal ini juga berkaitan dengan hukum tarik-menarik (law of attraction). Namun secara eksak lebih dapat dijelaskan. Besaran hasil akan sebanding dengan usaha yang dilakukan. Jika saat ini usaha yang dilakukan lebih besar dibandingkan hasil, artinya kita memiliki tabungan energi yang entah nantinya akan kita nikmati dalam bentuk apa. Karena besarnya hasil akan sebanding dengan usaha, namun bentuk hasil yang akan kita nikmati itu yang belum tentu rimbanya. Menurut Jamil Azzaini, SuksesMulia itu dapat diukur dari harta, tahta, kata, cinta. Oleh karena itu, jika tidak dalam bentuk harta mungkin saja hasil itu akan kita nikmati dalam bentuk lain, misalnya tahta. Yang pasti untuk menjadi sukses hendaknya tidak sebatas pada aspek-aspek tersebut karena jika motivasi kita sebatas keempat aspek tersebut, belum tentu kita memperoleh kebahagiaan yang hakiki. Oleh karena itu untuk mencapai kebahagiaan itu perlu ditambahkan faktor Mulia di belakang kesuksesan. Artinya bagaimana purpose of life kita itulah yang akan mendatangkan kebahagian batin. Bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Itulah yang akan mendatangkan kebahagiaan yang sesungguhnya bukan sebatas harta maupun tahta.
Menurut Jamil Azzaini, selain tabungan energi, ada pula istilah Down Payment di dalam perhitungan ikhtiar kita. Bisa jadi sebelum melakukan usaha, kita sudah mendapatkan berbagai kemudahan dan hasil yang begitu banyak. Namun beliau mengingatkan agar kita waspada pada apa yang telah kita peroleh itu, apalagi jika besarannya lebih besar dibanding besaran usaha yang kita lakukan. Bisa jadi itu merupakan Down Payment, yang mana jika usaha berikutnya yang kita lakukan lebih kecil dibandingan hasil tersebut dapat menyebabkan tabungan energi kita negatif. Jangan sampai kita memperoleh efek tabungan negatif kita itu di dunia ini apalagi di akherat kelak.
Banyak kisah inspiratif yang disampaikan dalam motivatin session tersebut. Semoga hari esok akan jauh lebih baik dari hari ini. Aamiin.
Jadi, sudah siapkah Anda berhitung berapa besar usaha dan berapa besar hasil yang sudah Anda peroleh?

Rabu, 11 Agustus 2010

0

Berpikir Positif, Harus!

Hukum Tarik-Menarik (The Law of Attraction), mungkin sudah sering kita dengar bahkan sejak duduk di bangku SD. Jika kita ditanya, apa contoh aplikasi hukum tarik-menarik tersebut, untuk pertama kalinya mendengar pertanyaan tersebut, saya akan langsung teringat pada magnet. Pada dua buah magnet, akan berlaku hukum tarik-menarik jika kedua kutub yang berdekatan berbeda jenisnya, namun akan tolak-menolak jika kutubnya sama. Mungkin hampir serupa dengan contoh yang dulu pernah terpikir oleh saya, tetapi ternyata aplikasinya sangat luas dalam kehidupan kita.
Hukum tarik-menarik di sini merupakan hukum yang menyatakan bahwa, "Sesuatu akan menarik dirinya segala hal yang satu sifat dengannya"(1). Melalui hukum ini pulalah dapat dijelaskan mengapa seseorang cenderung senang berkumpul dengan orang-orang yang memiliki hobi yang sama. Akan sulit bagi saya untuk menjelaskan hal-hal fundamental mengenai hukum ini. Menurut pemahaman saya, setelah membaca buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu, kita akan mendapatkan apa yang kita pikirkan, meskipun terkadang hal itu bukanlah yang kita inginkan. Kenapa demikian?
Pada dasarnya, segala sesuatu yang ada di alam ini terdiri atas quanta-quanta yang saling bergetar satu sama lain. Quanta merupakan bagian terkecil suatu benda. Begitu juga dengan manusia, terdiri atas sistem organ, lebih kecil lagi organ, kemudian jaringan, sel, organel, molekul, atom-atom, partikel, dan bagian terkecilnya disebut quanta. Quanta tersebut mengeluarkan energi vibrasi. Energi itulah yang menimbulkan sifat, baik yang tampak maupun tak tampak. Suatu mekanisme yang terjadi pada contoh kasus hukum tarik-menarik tadi adalah bahwa quanta dari tubuh kita mengeluarkan getaran setiap saat. Getaran yang timbul saat kita merasa sedih akan berbeda ketika kita merasa senang. Sementara quanta lain yang ada di sekitar kita, di alam ini juga mengeluarkan getaran dan akan terjadi interaksi antara getaran yang sama seperti semacam resonansi. Nah, ketika quanta dari perasaan kita mengeluarkan getaran kegembiraan, maka quanta alam yang memiliki getaran yang sama (kegembiraan) akan merespon getaran yang dikirim oleh quanta kita. Dengan kata lain ketika kita mengirimkan getaran kegembiraan, getaran kegembiraan yang ada di alam akan mengirimkan suatu "feed back" kepada kita. Alhasil kita akan mendapatkan kegembiraan yang mungkin sama sekali tidak kita duga. Begitu juga bila kita mengirimkan getaran kesedihan atau kekhawatiran, maka yang akan kita dapatkan dari alam adalah rasa kesedihan dan kekhawatiran pula.
Lebih mendalam lagi, kata-kata bersifat magnetis. Ucapan adalah doa, begitulah ungkapan yang pernah saya dengar dari orang tua saya. Sesuai mekanisme getaran quanta yang menyebabkan terjadinya hukum tarik-menarik tadi, kata-kata yang kita ucapkan juga akan "menarik" kondisi sesuai dengan apa yang kita ucapkan atau pikirkan. Maka dari itu, hindarilah mengeluh. Ketika mengeluh, Anda mengeluarkan getaran negatif ke alam semesta yang kemudian menarik hal-hal negatif ke dalam hidup Anda. Jadi sama-sama kita berkata, sama-sama kita berpikir, kenapa tidak kita pikirkan hal-hal yang positif, sehingga kita mendapatkan hal yang bersifat positif pula.
Sebuah anggapan yang mungkin sudah banyak mengakar dalam benak kita. Orang kaya yang makin kaya, orang miskin yang makin miskin. Kenapa bisa terjadi demikian? Orang kaya yang pikirannya dipenuhi oleh segala kekayaannya, terlebih lagi jika orang kaya itu orang yang ahli syukur maka secara otomatis, hukum tarik-menarik akan melanggengkan kekayaannya. Sementara orang yang miskin terjebak dalam pandangan hidupnya sendiri. "Ah, orang miskin seperti kita akan selamanya miskin," mungkin kita pernah bahkan sering mendengar keluhan seperi itu. Harusnya, setelah kita paham hukum tarik-menarik, kita menghindari berkata seperti itu, bahkan sekedar memikirkannya. Jika quanta kita mengirimkan getaran itu ke alam semesta, maka yang kita dapatkan adalah seperti yang kita pikirkan.
Maka, inilah kesempatan kita, titik tolak kita untuk bangkit membenahi diri. Bangkit dengan motivasi penuh, semangat penuh, dan optimisme penuh. Keyakinan bahwa kita "Bisa" itulah yang kita butuhkan saat ini. Tak perlulah larut dalam kesedihan akibat kegagalan atau kesialan yang kita alami. Mari kita menjadi pribadi yang positif agar kita juga mendapatkan yang positif yang kita inginkan.
Semoga bermanfaat.
(1) Quantum Ikhlas, karya Erbe Sentanu hal. 49

Selasa, 27 April 2010

1

Jangan Takut Bermimpi


I have a dream, a song to sing
to help me trough, with anything
....
(I have a dream - Westlife)


Semua orang pasti punya mimpi. Mungkin mimpi itu berkaitan dengan sesuatu yang ingin dimiliki, tempat yang ingin dituju, cita-cita, dan sebagainya. Dengan mimpi itu, kita akan termotivasi untuk berusaha. Karena hidup akan terasa hampa tanpa ada mimpi dalam hidup kita.

"Saya terbiasa menulis mimpi saya dalam Dream's Book saya. Di dalam Dream's Book itu saya cantumkan mimpi saya dan saya tempelkan gambar yang berkaitan dengan mimpi saya itu. Salah satunya, ketika saya memiliki mimpi untuk mengisi suatu seminar, saya tulis mimpi saya itu dalam Dream's Book saya dan ternyata beberapa saat kemudian keinginan saya itu saya dapati dengan tidak terduga."
(Cerita Ibu Woro Rukmi, Dosen Thermodinamika Proses Refinery 2)
Seperti kutipan cerita dosen saya sewaktu mengajar di kelas saya. Di sela-sela memberikan materi tentang siklus Rankine, beliau menceritakan pengalaman hidup beliau yang berhubungan dengan mimpi. Sebenarnya ketika kita berpikir tentang sesuatu hal, secara tidak kita sadari akan timbul niat di dalam diri kita untuk meraih atau mencapai hal itu. Seperti Dreams' Book yang dimiliki Bu Woro, itu sebenarnya salah satu media atau cara untuk memotivasi diri. Kita akan selalu teringat impian kita itu dan semakin kita teringat maka kita akan semakin terdorong untuk berusaha meraih impian kita itu.
Saya juga pernah mendengar cerita mengenai orang Jepang. Kenapa orang Jepang begitu besar motivasi dan keinginnan mereka untuk maju? Sekarang kita tahu bahwa Bangsa Jepang sangat maju, dengan kebudayaan mereka yang khas. Perkembangan IPTEK yang begitu pesat merupakan salah satu ciri negara tersebut.
Dahulu, bangsa Jepang merupakan salah satu negara yang terlibat perang dunia, dan sejak saat itu Jepang sempat mengalami keterpurukan. Tetapi mereka begitu cepat bangkit dari keterpurukan itu bahkan kini telah menunjukkan kebesarannya di kalangan internasional. Menurut cerita yang saya dengar dari pamong (guru) sejarah (Bu Dwi Widiyanti) dan Bahasa Inggris (Bu Titik Hastuti) saya sewaktu SMA, orang Jepang sangat gemar membaca. Tingkat kedisiplinan mereka pun sangat tinggi. Oleh karena itu, warga Jepang sangat mudah dimotivasi baik melalui tulisan maupun propaganda-propaganda perubahan lainnya. Salah satu contohnya Film Kartun Captain Tsubasa. Konon, film itu dibuat agar warga Jepang terinspirasi dan termotivasi agar tim nasional mereka dapat menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2002 dan berhasil masuk 16 besar.
Kekuatan motivasi akan sangat mempengaruhi usaha kita. Dengan kemauan yang besar, insyaallah semua yang kita kerjakan akan meraih hasil yang optimal, tentunya tidak lupa diiringi doa kepada Allah swt karena hanya atas kehendak-Nya lah segala sesuatu terjadi. Begitu pula yang pernah saya alami sewaktu SMA. Waktu itu, pamong Bahasa Indonesia saya (Bu Tuti Iba Wardani) memberikan motivasi kepada kami menjelang pelaksanaan Ujian Nasional. Hanya tiga kata yang beliau tulis di papan tulis dan dibahas selama dua jam pelajaran, yaitu "Bisa, Bisa, Bisa!". Intinya, kami harus yakin bahwa kami bisa mengikuti Ujian Nasional dengan kemampuan kami sendiri. Berkat hal itu, kami termotivasi untuk berusaha, belajar keras, berdoa demi kelancaran ujian nasional kami dan alhamdulillah kami lulus 100%.
Banyak sekali metode untuk memotivasi diri guna meraih mimpi kita seperti yang telah saya utarakan di atas. Jadi, siapkah Anda untuk tidak sekedar bermimpi??


Senin, 26 April 2010

0

SMA Taruna Nusantara, School for Indonesian Future Leader



Pada tanggal 14 Juli 1990, sebuah Sekolah Menengah Atas yang berlokasi di Jl. Raya Purworejo Km5, Magelang, diresmikan langsung oleh Panglima ABRI Jenderal TNI Try Sutrisno, dengan nama SMA Taruna Nusantara.
Sekolah yang menggunakan tanah sumbangan Akmil seluas 18,5 hektar ini pembentukannya bermula dari ide Menhankam RI Jenderal TNI L.B. Moerdani pada tanggal 20 Mei 1985 di Pendopo Agung Taman Siswa Yogyakarta.Dari ide beliau inilah kemudian dibentuk kerjasama antara ABRI dan Taman Siswa. ABRI melalui Yayasan Kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, sedang dari pihak Taman Siswa melalui Yayasan Kebangkitan Nasional. Selanjutnya kedua yayasan ini membentuk suatu lembaga pendidikan yaitu Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) yang piagam kerjasamanya ditandatangani pada tanggal 20 Mei 1989.

Peletakan batu pertama pada bulan Oktober 1989 mengambil tempat di Desa Pirikan Panca Arga, Kabupaten Magelang berdekatan dengan kompleks Lembah Tidar Akademi Militer. Kemudian pada bulan Mei 1990 diadakanlah seleksi terhadap calon Pamong (guru) SMA Taruna Nusantara di Mabes ABRI Cilangkap. Selanjutnya pada tahun ajaran 1990/1991 SMA Taruna Nusantara mulai menerima siswa baru angkatan 1 yang berasal dari seluruh tanah air dan telah lolos seleksi ketat.
Kurang dari dua tahun setelah berdiri, setelah melalui tahap akreditasi yang berlaku, pada tanggal 2 Maret 1992 SMA TN ditingkatkan statusnya menjadi DISAMAKAN.

Mulai 1996 jumlah kelas ditambah menjadi 9 dengan diterimanya siswa putri sebanyak 72 orang yang dilaksanakan secara ko-edukasi.

Pada tahun 1993 dilaksanakan wisuda pertama dengan hasil 100% lulus dengan prestasi: NEM tertinggi 62,82, NEM terendah 44,34 dan NEM rata-rata 53,94

Sejalan dengan kebijaksanaan Pemerintah tentang wajib belajar 9 tahun maka diadakan penataan SD, SLTP, SLTA, dimana SLTA dikelompokkan menjadi Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan demikian memasuki T.P. 1995/ 1996 nama SMA TN berubah menjadi SMU TN. Pada tahun 2004 berubah lagi menjadi SMA TN, mengikuti kebijakan pemerintah dan menggunakan Kurikulum 2004.
Penyelenggaraan pendidikan SMA TN diarahkan sesuai haluan LPTTN yang berisikan tiga wawasan (Tri Wawasan), yaitu Wawasan Kebangsaan, Wawasan Kejuangan, dan Wawasan Kebudayaan. Setiap langkah dan upaya pencapaian tujuan pendidikan harus diwarnai dan dijiwai Tri Wawasan tersebut.


Wawasan Kebangsaan

Implementasi dari wawasan ini terletak dalam pembinaan kehidupan berasrama penuh yang dikembangkan secara luas dan menjadi nafas kehidupan sehari-hari yang kesemuanya bermuara pada persatuan dan kesatuan bangsa.

Wawasan Kejuangan

Implementasi wawasan ini berupa pembinaan jiwa kejuangan yang tinggi terhadap tugas-tugas, tidak mudah putus asa, etos kerja keras dan disiplin tinggi, serta berorentasi prestasi.

Untuk itu siswa diberikan iklim kompetisi yang tinggi, tantangan-tantangan berupa tugas-tugas yang dapat menggali pengerahan potensi siswa baik bidang akademis, kepribadian maupun jasmani, yang juga akan merangsang pengembangan kreativiasnya.

Wawasan Kebudayaan

Implementasi dari wawasan ini adalah terciptanya masyarakat mini Pancasila di dalam kehidupan kampus SMA TN. Nilai-nilai dasar yang bersumber dari budaya dasar bangsa Indonesia dikembangkan sccara intensif melalui pengaturan kehidupan sehari-hari. Cara hidup yang sesuai dengan budaya dasar bangsa tersebut tercermin dalam sistem pamong yang saling asah asih asuh dan bersendikan kekeluargaan dan kebersamaan.

Penanaman etika dan tatakrama serta norma-nonna masyarakat, pola hidup sederhana dan saling membantu serta kerja sama. Etos kerja keras dan disiplin tinggi yang tetap dipadu dengan pengembangan kreativitas serta kemampuan apresiasi terhadap hasil-hasil budaya. Selain itu dikembangkan kemampuan atau daya saing terhadap arus budaya asing yang semakin deras.
See Full Site

Minggu, 25 April 2010

0

Hari Kekayaan Intelektual Sedunia, 26 April

Hari ini merupakan hari yang sangat penting bagi seluruh masyarakat di dunia karena hari ini diperingati Hari Kekayaan Intelektual. Peringatan Hari Kekayaan Intelektual ini dimulai sejak 2001. Melalui peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ini, kita diingatkan untuk senantiasa memberikan apresiasi yang positif terhadap hasil karya cipta. Bentuk apresiasi tersebut dapat diwujudkan melalalui penghargaan sikap dan perilaku terhadap hasil karya cipta orang lain.
Salah satu kebiasaan yang mencerminkan kurangnya rasa apresiasi terhadap hasil karya orang lain adalah budaya plagiat atau versi lain ada istilah budaya copy and paste. Banyak sekali kasus plagiat yang pernah muncul dalam media pemberitaan. Apalagi budaya copy paste. Teknik yang populer di kalangan masyarakat, bahkan di kalangan anak sekolahan ini sangat bertentangan dengan esensi dari peringatan hari ini. Dalam mencari referensi, bila informasi itu merupakan tulisan seseorang, kita harus menghargainya. Bila perlu kita meminta izin untuk mengutipnya, setidaknya kita cantumkan nama penulis aslinya. Dengan demikian kita akan terbiasa untuk menghargai karya cipta orang lain.
Selain itu isu pengklaiman budaya begitu marak terjadi akhir-akhir ini. Apalagi sempat terjadi bersitegang antara negara kita dengan Malaysia yang sudah mengklaim reog sebagai warisan budaya mereka. Hal ini hendaknya menjadi bahan renungan bagi kita bersama. Sudahkah kita menjaga budaya yang merupakan hasil karya cipta nenek moyang kita terdahulu? Apakah kita baru bereaksi setelah budaya kita akan diklaim negeri orang, sementara kita sendiri enggan untuk ikut melestarikan budaya tersebut?
Semoga melalui even peringatan Hari Kekayaan Intelektual ini kita dapat bersikap lebih bijak. Tidak hanya menyalahkan orang lain, tetapi kita harus memiliki niat dan ikhtiar untuk menjaga kelestarian hasil karya cipta itu. Budaya kita milik kita, kita pula yang harus melestarikannya.

Sabtu, 24 April 2010

0

Hikmah Kematian

Innalillahi wa'innailaihi rojiun...
Segala sesuatu berasal dari Allah dan kepada-Nya lah semua akan kembali

Kematian memang akhir dari kehidupan di dunia. Tetapi bukan akhir dari segalanya, karena kehidupan lain baru dimulai. Berikut ini hikmah kematian yang saya kutip dari artikel karya Harun Yahya.

Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?

Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.

Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.

Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)

Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.

Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.

Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.

Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.

Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.

Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.

Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.

Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?

Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting

Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya - yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.

Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.

Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:

Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)

Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.

Rabu, 21 April 2010

0

Delapan Etos Kerja Pendobrak Semangat

Sering kali kita menemui orang mengeluh karena pekerjaannya. Ada yang merasa pekerjaannya membosankan, terlalu mudah, atau bahkan terlalu berat untuk dikerjakan. Sehingga terkadang membuat orang kehilangan semangat untuk bekerja.
Cara berpikir seperti itu justru akan memperpuruk kondisi kita. Harusnya, kita bangkit. Bukan berarti pekerjaan yang begitu-begitu saja tidak perlu dikerjakan dengan sungguh-sungguh, tetapi kita harus tetap semangat untuk melaksanakan pekerjaan kita. Kita harus sadar, bahwa bangunan tak akan berdiri kokoh jika salah satu tiangnya rapuh. Kita harus memiliki motivasi yang kuat untuk tetap istiqomah dalam bekerja. Berikut ini saya kutipkan sedikit materi Manajemen Pengawasan yang berisi delapan etos kerja pendobrak semangat dalam bekerja.
1. Kerja adalah rahmat
"Aku bekerja tulus penuh syukur"
2. Kerja adalah amanah
"Aku bekerja dengan penuh tanggung jawab"
3. Kerja adalah panggilan
"Aku bekerja tuntas penuh integritas"
4. Kerja adalah aktualisasi
"Aku bekerja keras penuh semangat"
5. Kerja adalah ibadah
"Aku bekerja serius dengan tulus ikhlas"
6. Kerja adalah seni
"Aku bekerja cerdas penuh kreativitas"
7. Kerja adalah kehormatan
"Aku bekerja tekun penuh keunggulan"
8. Kerja adalah pelayanan
"Aku bekerja paripurna penuh kerendahan hati"

Jadi, apalagi alasan kita mengeluh? Kita harus kembali meluruskan niat, menata hati untuk menghadapi kehidupan ini dengan penuh motivasi. Kita harus mensyukuri setiap tetes anugerah yang Allah berikan kepada kita. Karena setiap rasa syukur kia juga akan menjadi motivasi untuk terus bergerak maju, memberikan progresi-progresi dalam setiap langkah yang kita lakukan.
Semoga sedikit informasi ini dapat senantiasa menjadi "pilot flame" yang menjaga api semangat kita tetap menyala.