“Masih adakah penjara di Indonesia?” jawabannya penjara sudah tidak ada dinegara Indonesia, karena di negara Indonesia yang merdeka dan berfalsafahkan Pancasila, sudah tidak memberikan hak hidup kepada penjara dan sistem kepenjaraan. Penjara sudah berubah menjadi “Lembaga Pemasyarakatan”. Prinsip-prinsip tata perlakuan terhadap para pelanggar hukum, terpidana dan narapidana sudah berubah dari prinsip-prinsip kepenjaraan menjadi prinsip-prinsip pemasyarakatan, yang sudah dituangkan pula kedalam suatu sistem yang disebut dengan “Sistem Pemasyarakatan” sejak 27 April 1964. [Dikutip dari Situs Direktorat Jendearal Pemasyarakatan, Pencerahan di Balik Penjara (bagian 1) oleh Adi Sujatno, Bc.IP., SH., MH]
See Full Article
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 April 2010
Diposting oleh fromesa
0Hari Kekayaan Intelektual Sedunia, 26 April
Hari ini merupakan hari yang sangat penting bagi seluruh masyarakat di dunia karena hari ini diperingati Hari Kekayaan Intelektual. Peringatan Hari Kekayaan Intelektual ini dimulai sejak 2001. Melalui peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ini, kita diingatkan untuk senantiasa memberikan apresiasi yang positif terhadap hasil karya cipta. Bentuk apresiasi tersebut dapat diwujudkan melalalui penghargaan sikap dan perilaku terhadap hasil karya cipta orang lain.
Salah satu kebiasaan yang mencerminkan kurangnya rasa apresiasi terhadap hasil karya orang lain adalah budaya plagiat atau versi lain ada istilah budaya copy and paste. Banyak sekali kasus plagiat yang pernah muncul dalam media pemberitaan. Apalagi budaya copy paste. Teknik yang populer di kalangan masyarakat, bahkan di kalangan anak sekolahan ini sangat bertentangan dengan esensi dari peringatan hari ini. Dalam mencari referensi, bila informasi itu merupakan tulisan seseorang, kita harus menghargainya. Bila perlu kita meminta izin untuk mengutipnya, setidaknya kita cantumkan nama penulis aslinya. Dengan demikian kita akan terbiasa untuk menghargai karya cipta orang lain.
Selain itu isu pengklaiman budaya begitu marak terjadi akhir-akhir ini. Apalagi sempat terjadi bersitegang antara negara kita dengan Malaysia yang sudah mengklaim reog sebagai warisan budaya mereka. Hal ini hendaknya menjadi bahan renungan bagi kita bersama. Sudahkah kita menjaga budaya yang merupakan hasil karya cipta nenek moyang kita terdahulu? Apakah kita baru bereaksi setelah budaya kita akan diklaim negeri orang, sementara kita sendiri enggan untuk ikut melestarikan budaya tersebut?
Semoga melalui even peringatan Hari Kekayaan Intelektual ini kita dapat bersikap lebih bijak. Tidak hanya menyalahkan orang lain, tetapi kita harus memiliki niat dan ikhtiar untuk menjaga kelestarian hasil karya cipta itu. Budaya kita milik kita, kita pula yang harus melestarikannya.
Salah satu kebiasaan yang mencerminkan kurangnya rasa apresiasi terhadap hasil karya orang lain adalah budaya plagiat atau versi lain ada istilah budaya copy and paste. Banyak sekali kasus plagiat yang pernah muncul dalam media pemberitaan. Apalagi budaya copy paste. Teknik yang populer di kalangan masyarakat, bahkan di kalangan anak sekolahan ini sangat bertentangan dengan esensi dari peringatan hari ini. Dalam mencari referensi, bila informasi itu merupakan tulisan seseorang, kita harus menghargainya. Bila perlu kita meminta izin untuk mengutipnya, setidaknya kita cantumkan nama penulis aslinya. Dengan demikian kita akan terbiasa untuk menghargai karya cipta orang lain.
Selain itu isu pengklaiman budaya begitu marak terjadi akhir-akhir ini. Apalagi sempat terjadi bersitegang antara negara kita dengan Malaysia yang sudah mengklaim reog sebagai warisan budaya mereka. Hal ini hendaknya menjadi bahan renungan bagi kita bersama. Sudahkah kita menjaga budaya yang merupakan hasil karya cipta nenek moyang kita terdahulu? Apakah kita baru bereaksi setelah budaya kita akan diklaim negeri orang, sementara kita sendiri enggan untuk ikut melestarikan budaya tersebut?
Semoga melalui even peringatan Hari Kekayaan Intelektual ini kita dapat bersikap lebih bijak. Tidak hanya menyalahkan orang lain, tetapi kita harus memiliki niat dan ikhtiar untuk menjaga kelestarian hasil karya cipta itu. Budaya kita milik kita, kita pula yang harus melestarikannya.
Kamis, 22 April 2010
Diposting oleh fromesa
0Hari Bumi, 22 April

Meskipun telat posting, saya ingin mengingatkan, khususnya buat diri saya pribadi, hari ini, 22 April adalah hari Bumi.
Berikut ini sedikit sejarah tentang hari Bumi yang saya kutip dari wikipedia
Hari Bumi diperingati pada tanggal 22 April secara Internasional. Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970 seorang pengajar lingkungan hidup. Tanggal ini bertepatan pada musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) dan musim gugur di belahan bumi selatan. PBB sendiri merayakan hari bumi pada 20 Maret sebuah tradisi yang dicanangkan aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969, adalah hari dimana matahari tepat diatas khatulistiwa yang sering disebut Ekuinoks Maret.
Meskipun peringatannya hanya sehari, tetapi semoga perhatian kita terhadap keberlangsungan hidup di bumi ini akan senantiasa melekat setiap saat, dalam setiap langkah kita, dalam setiap hembusan nafas kita. Karena kita tahu bahwa udara yang kita hirup juga anugerah Allah swt yang diberikan melalui alam ini. Kita harus sadar, kita menghirup udara ini gratis, sekali lagi...."GRATIS", jadi seharusnya kita bersikap baik kepada alam yang menyediakan udara ini. Apa jadinya jika oksigen menipis karena alam mulai rusak, bisa jadi bernafas pun bayar. Jadi sebelum itu semua terjadi, kita harus bisa bersikap lebih bijak.
Setidaknya, kita harus bercermin pada bencana-bencana yang terjadi di sekitar kita. Tanah longsor, banjir bandang, tsunami...dan masih banyak yang lainnya. Kenapa semua itu terjadi? Apa yang bisa kita lakukan, apakah hanya menunggu terjadinya bencana dan bingung mencari bantuan jika memang terjadi bencana?
Kita harus ingat, selalu ada cara jika kita mau berpikir dan berusaha...
Lebih baik mencegah dari pada mengobati
Selamatkan bumi kita
Langganan:
Postingan (Atom)
